BANDA ACEH — Sebanyak 96 peserta dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh resmi memulai pelatihan vokasi di Banda Aceh Academy (BAA), Kamis (11/6/2026). Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal secara langsung membuka kegiatan yang digelar di Aula Gedung Mawardy Nurdin tersebut.
Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis. Illiza menyebut pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi pemkot menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja.
Empat Bidang Keahlian dengan Prospek Kerja Luas
Para peserta terbagi dalam empat kelas kompetensi. Sebanyak 16 orang mengikuti pelatihan Las Listrik, 16 peserta lainnya di Teknik Pendingin (Teknisi AC), sementara 32 orang mempelajari Pembuatan Roti dan Kue, dan 32 peserta sisanya fokus pada Pemasaran Digital dan Branding.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, Fahmi, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui seleksi ketat. Mereka menjalani wawancara serta tes bakat dan minat sebelum dinyatakan lolos. “Setiap peserta akan mendapatkan materi selama 160 jam, seminar kit, bahan praktik, akomodasi, hingga uji sertifikasi kompetensi,” ujarnya.
Wali Kota: Kejar Kompetensi, Bukan Sekadar Sertifikat
Dalam sambutannya, Illiza menekankan bahwa keempat bidang yang diajarkan memiliki prospek kerja yang luas. Ia mendorong peserta untuk tidak berpuas diri dengan dokumen kelulusan semata.
“Jangan hanya mengejar sertifikat, tetapi kejar kompetensi. Karena keterampilan adalah modal yang tidak akan habis dipakai,” kata Illiza.
Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat Kota Kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat disebutnya harus bersama-sama membangun ekosistem peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.
Peserta Siap Masuk Dunia Kerja atau Usaha Mandiri
Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen memperluas akses pelatihan vokasi ke depan. Illiza menyebut kolaborasi dengan dunia usaha akan terus diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja terampil dan wirausaha baru.
Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung selama 20 hari dengan pendekatan berbasis unit kompetensi. Setelah lulus, peserta diharapkan mampu bersaing di pasar tenaga kerja maupun merintis usaha secara mandiri.