Pencarian

Pemkab Simeulue Kembangkan Budi Daya Ikan Metode Bioflok dan Pasang Rumpon untuk Tingkatkan Ekonomi Nelayan

Senin, 06 Juli 2026 • 23:45:31 WIB
Pemkab Simeulue Kembangkan Budi Daya Ikan Metode Bioflok dan Pasang Rumpon untuk Tingkatkan Ekonomi Nelayan
Dinas Kelautan dan Perikanan Simeulue mengembangkan budi daya ikan metode bioflok sebagai usaha alternatif nelayan.

SIMEULUE — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue mulai mengembangkan budi daya perikanan modern untuk memberikan peluang usaha baru bagi nelayan setempat. Kepala DKP Simeulue Supriman Juliansyah menyebut program ini menjadi alternatif di luar sektor perikanan tangkap yang selama ini menjadi andalan utama.

"Kami mengembangkan budi daya perikanan modern dengan di antaranya dengan metode bioflok. Budi daya ini menjadi usaha alternatif masyarakat nelayan selain perikanan tangkap," kata Supriman Juliansyah di Simeulue, Senin.

Metode Bioflok: Limbah Jadi Nutrisi Ikan

Dalam teknik bioflok, mikroorganisme pengurai digunakan untuk mengubah limbah sisa pakan dan kotoran ikan menjadi nutrisi yang bisa dimakan kembali oleh ikan. Sistem ini dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional.

"Dengan program budi daya seperti ini diharapkan dapat menjadi usaha yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat, terutama bagi nelayan pembudidaya ikan di Kabupaten Simeulue," ujar Supriman.

Rumpon Laut untuk Perikanan Tangkap

Selain budi daya modern, DKP Simeulue juga memasang rumpon di perairan sekitar kepulauan. Rumpon berfungsi sebagai rumah bagi ikan, sehingga memudahkan nelayan mencari titik tangkapan yang lebih produktif.

"Dengan adanya rumpon laut tersebut diharapkan dapat memudahkan dan meningkatkan hasil perikanan tangkap, sehingga meningkatkan perekonomian nelayan," jelas Supriman Juliansyah.

Program ini merupakan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Simeulue dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Nelayan Sambut Baik Program Alternatif

Mustakim, nelayan di Pulau Simeulue, menyambut positif langkah DKP tersebut. Ia menilai keberadaan rumpon dan program budi daya bisa menjadi penyangga pendapatan saat hasil tangkap laut sedang menurun.

"Kami berharap pemasangan rumpon tersebut bisa meningkatkan hasil perikanan tangkap nelayan. Begitu juga budi daya perikanan, menjadi usaha alternatif nelayan dalam meningkatkan pendapatan," kata Mustakim.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks