Pencarian

Agrifood Forum 2026 Bahas Swasembada Protein, Menteri hingga Bos BUMN Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 • 09:04:01 WIB
Agrifood Forum 2026 Bahas Swasembada Protein, Menteri hingga Bos BUMN Hadir
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pidato kunci dalam Agrifood Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

ACEH — CNN Indonesia menggelar Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10), dengan menghadirkan empat menteri dan sejumlah pimpinan BUMN pangan. Forum ini menjadi ruang dialog lintas sektor untuk memetakan strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.

Empat menteri dan sejumlah pimpinan BUMN sektor pangan hadir dalam forum ini. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa masuk dalam daftar pembicara. Kehadiran mereka menandai bahwa isu swasembada protein tidak lagi hanya dibahas di lingkup kementerian teknis, tetapi sudah menjadi agenda lintas kementerian.

Dari sisi korporasi, forum ini menghadirkan Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Denaldy Mulino Mauna. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) juga mengirimkan perwakilan direksi. Deretan nama itu mencerminkan rantai pasok pangan yang panjang, mulai dari pupuk, produksi, logistik, hingga pembiayaan.

Protein untuk Indonesia Jadi Sesi Pembuka

Rangkaian acara dibagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama bertajuk "Protein untuk Indonesia", dilanjutkan keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan. Panel ketiga mengangkat tema "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".

Pembagian sesi itu menunjukkan fokus yang berjenjang. Isu protein dibahas lebih dulu sebagai fondasi, sebelum forum bergerak ke pertanyaan yang lebih besar: bagaimana capaian swasembada bisa dikonversi menjadi keunggulan kompetitif di pasar ekspor.

Mengapa Swasembada Protein Jadi Sorotan

Protein hewani dan nabati menjadi salah satu titik lemah ketahanan pangan Indonesia. Konsumsi protein per kapita masih tertinggal dibanding negara tetangga, sementara produksi daging, telur, dan ikan menghadapi tekanan dari harga pakan, cuaca, dan infrastruktur distribusi.

Di sisi lain, sektor kelautan dan perikanan menyimpan potensi besar yang belum tergarap optimal. Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan dalam forum ini mengisyaratkan bahwa sumber protein laut akan menjadi bagian dari strategi besar, bukan sekadar pelengkap.

Peran BUMN di Rantai Pangan

ID FOOD, BULOG, Pupuk Indonesia, dan Holding Perkebunan Nusantara memegang peran berbeda dalam rantai pangan. BULOG menjaga stabilitas cadangan beras, Pupuk Indonesia memasok input produksi, ID FOOD bergerak di perdagangan dan distribusi, sementara PTPN mengelola komoditas perkebunan.

Kehadiran BRI melengkapi rangkaian itu dari sisi pembiayaan. Tanpa akses kredit yang terjangkau, petani dan pelaku usaha pangan skala kecil sulit meningkatkan kapasitas produksi. Sinergi antara pembiayaan dan produksi menjadi kunci jika target swasembada ingin dicapai tanpa membebani petani.

Forum ini juga menjadi ajang bagi para pimpinan BUMN untuk menyelaraskan langkah. Selama ini, tumpang tindih program antar-BUMN pangan kerap dikritik karena dianggap tidak efisien. Dialog lintas sektor seperti Agrifood Forum 2026 memberi ruang untuk memetakan pembagian peran yang lebih jelas.

Apa yang Diharapkan dari Forum Ini

Melalui Agrifood Forum 2026, CNN Indonesia menghadirkan ruang dialog untuk membahas strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong industri pangan Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Diskusi tidak berhenti pada capaian swasembada, tetapi berlanjut ke pertanyaan bagaimana produk pangan lokal bisa menembus pasar ekspor.

Bagi publik, hasil forum ini akan terasa jika kebijakan yang dibahas berujung pada ketersediaan protein yang lebih merata dan harga yang terjangkau. Bagi pelaku usaha, yang ditunggu adalah kepastian iklim investasi di sektor pangan, termasuk akses pembiayaan dan kemudahan distribusi.

Posisi Indonesia di pasar pangan global masih kecil dibanding potensi yang dimiliki. Forum ini setidaknya mempertemukan pihak-pihak yang selama ini bekerja di jalur masing-masing. Tinggal bagaimana hasil dialog itu diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang konkret.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks