JAKARTA — Rapat koordinasi tingkat menteri membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam Aceh-Sumatra. Menko PMK Sugiono menilai hasil evaluasi lintas kementerian dan lembaga menunjukkan pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak sudah bergerak signifikan. Meski begitu, sejumlah pekerjaan krusial masih tersisa dan perlu dirampungkan lewat orkestrasi lintas sektor.
Anggaran Sudah Dialokasikan, Eksekusi Diminta Tidak Menunggu
Sugiono menegaskan kementerian dan lembaga yang telah mengantongi alokasi anggaran tidak perlu menunda pekerjaan. Instruksi itu disampaikan agar hasil pembangunan fisik maupun sosial bisa lebih cepat selesai dan manfaatnya langsung terasa bagi masyarakat.
"Dalam rangka percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini, saya meminta kementerian dan lembaga yang sudah mendapatkan alokasi anggaran agar segera mengeksekusi pekerjaannya. Kita ingin hasil yang dicapai bisa lebih cepat selesai dan wujudnya langsung terlihat manfaatnya oleh masyarakat," kata Sugiono seperti dikutip InfoPublik, Kamis (29/10/2026).
Bukan Hanya Infrastruktur: Lahan Pertanian dan Tambak Ikut Dipulihkan
Perhatian pemerintah tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur dasar. Sugiono meminta pemulihan lahan pertanian, tambak, dan mata pencaharian warga terdampak terus dipacu dengan dukungan pembiayaan yang jelas.
Mitigasi bencana berulang juga masuk dalam instruksi. Normalisasi sungai dan muara diminta dipercepat agar kerusakan serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Pemulihan lahan pertanian, tambak, dan mata pencaharian masyarakat perlu terus kita pacu dengan dukungan pembiayaan yang jelas. Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah upaya mengurangi risiko bencana berulang, sehingga normalisasi sungai dan muara juga harus segera dipercepat," tambah Sugiono.
Hasil Evaluasi Bakal Dilaporkan ke Presiden
Seluruh perkembangan, hasil evaluasi, dan rumusan langkah percepatan dari rapat tersebut akan segera dilaporkan kepada Presiden. Laporan itu menjadi dasar arahan kebijakan lebih lanjut untuk penanganan pascabencana di Aceh dan Sumatra.
Lewat penguatan orkestrasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah memastikan tata kelola penanganan pascabencana dirapikan. Targetnya, roda pemulihan berjalan responsif, terintegrasi, dan mampu mengembalikan ketangguhan masyarakat di wilayah terdampak.