BANDA ACEH — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Aceh pada 14 hingga 16 Juni 2026. Peringatan dini ini mencakup hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di belasan kabupaten/kota.
Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Aceh, Miftahul Jannah, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin serta adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh. Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra turut meningkatkan penguapan dan kandungan uap air di atmosfer, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
Pada 14 Juni 2026, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi melanda 18 daerah: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.
Memasuki 15 Juni 2026, potensi cuaca serupa menyempit ke lima kabupaten: Aceh Barat, Aceh Tenggara, Bireuen, Gayo Lues, dan Nagan Raya. Keesokan harinya, 16 Juni 2026, wilayah yang masih berpotensi terdampak meliputi Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireuen, Gayo Lues, dan Pidie Jaya.
BMKG secara khusus mengingatkan potensi angin kencang di tiga wilayah pesisir. Pada 14 Juni 2026, Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Aceh Utara masuk dalam zona waspada angin kencang. Potensi ini masih berlanjut di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang pada 15 hingga 16 Juni 2026.
Miftahul Jannah mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diharapkan tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan, banjir, maupun tanah longsor di daerah rawan,” ujar Miftahul Jannah.
BMKG juga meminta warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk memperhatikan keselamatan saat kondisi cuaca memburuk. Miftahul menyarankan agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho yang berpotensi roboh ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan berhati-hati saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan. Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho yang berpotensi roboh,” katanya.
BMKG menegaskan bahwa pemantauan kondisi atmosfer terus dilakukan secara berkala. Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.