JANTHO — Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris, mengingatkan jajaran perangkat daerah agar menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif. Menurutnya, inovasi harus lahir dari kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
"Berbicara tentang inovasi sama halnya berbicara tentang kepedulian. Yang paling penting adalah adanya kepedulian. Ketika kita peduli terhadap persoalan yang ada, maka akan lahir berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat dan mendorong kemajuan daerah," ujar Syech Muharram dalam sambutannya.
Bupati menilai, posisi Aceh Besar yang relatif jauh dari pusat pemerintahan provinsi menuntut kreativitas dan kemandirian daerah. Tanpa inovasi, pelayanan publik dan program pembangunan dinilai tidak akan berjalan efektif.
"Saya berharap semua pihak terus berinovasi dan tidak terpaku pada pola kerja yang sama. Kembangkan berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah," katanya.
Syech Muharram juga mengaitkan inovasi dengan misi utamanya: meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui lima sektor prioritas pembangunan. Ia meminta seluruh inovasi OPD selaras dengan target tersebut.
"Misi saya adalah meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat melalui lima sektor utama. Karena itu saya berharap inovasi dari seluruh OPD dan semua pihak dapat mendukung terwujudnya tujuan tersebut," ungkapnya.
Bupati menambahkan, rasa memiliki terhadap daerah menjadi fondasi penting. Dengan rasa memiliki, setiap aparatur akan terdorong menjaga, merawat, dan melahirkan inovasi yang berkelanjutan.
Kepala Kantor Pusjar SKMK LAN-RI Aceh, Said Fadhil SIP MM, menyatakan komitmennya memperkuat kerja sama dengan Pemkab Aceh Besar. Ia menekankan, inovasi tidak boleh berhenti sebagai program, tetapi harus menjadi budaya yang tertanam dalam organisasi pemerintahan.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Inovasi harus terus didorong agar berkembang dari sekadar program menjadi budaya kerja yang melekat dalam penyelenggaraan pemerintahan," sebut Said Fadhil.
Bimbingan teknis pelaporan inovasi daerah tahun 2026 ini diikuti oleh perwakilan OPD, lembaga pemerintahan, serta fasilitas pelayanan kesehatan dari seluruh Aceh Besar. Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas pelaporan dan pengembangan inovasi di lingkungan pemkab.