Pencarian

Kekacauan di Derby Turin Warnai Pekan Penutup Serie A, Milan Gagal ke Liga Champions

Selasa, 26 Mei 2026 • 04:31:01 WIB
Kekacauan di Derby Turin Warnai Pekan Penutup Serie A, Milan Gagal ke Liga Champions
Kekacauan terjadi di Derby Turin setelah suporter Juventus terluka parah akibat bentrokan di luar stadion.

ACEH — Pekan terakhir Serie A yang seharusnya menjadi panggung grand final perebutan tiket Liga Champions justru ternoda oleh insiden kekerasan di Turin. Seorang suporter Juventus berusia 36 tahun, Marco Leonardo Basoccu, dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat setelah menderita luka di kepala akibat bentrokan dengan pendukung tuan rumah di luar Stadio Olimpico.

Kekacauan memuncak saat tersiar kabar bahwa Basoccu terkena tabung gas air mata. Ayah korban kepada La Stampa membenarkan mendengar versi kejadian tersebut. Namun, kantor berita Ansa melaporkan cedera Basoccu "disebabkan oleh benda tumpul, kemungkinan botol kaca." Kondisinya disebut stabil pada Senin pagi, meski masih dalam koma yang diinduksi secara medis.

Ultra Juventus Paksa Pertandingan Ditunda

Akibat insiden itu, sekelompok ultras Juventus yang berada di sektor tandang menolak memulai pertandingan. Kapten Juventus, Manuel Locatelli, dipanggil untuk mendengar tuntutan mereka. Wasit akhirnya menunda kick-off selama satu jam penuh.

Empat laga lain tetap berjalan sesuai jadwal demi mencegah potensi kerusuhan baru. Namun, keputusan ini langsung memicu pertanyaan tentang integritas kompetisi, mengingat pekan sebelumnya penundaan Derby della Madonnina sudah berujung pada banding resmi. Beruntung, hasil di pertandingan lain membuat Juventus yang berada di peringkat keenam tetap gagal lolos ke Liga Champions, sehingga keterlambatan kick-off tidak memberikan keuntungan berarti.

Milan Tumbang di Kandang, Roma dan Como Lolos

Drama terbesar justru terjadi di San Siro. AC Milan yang memulai laga di posisi zona Liga Champions harus mengakui keunggulan Cagliari yang sudah aman dari degradasi. Alexis Saelemaekers membawa Milan unggul cepat di menit kedua memanfaatkan umpan Santiago Giménez, namun keunggulan itu sirna akibat kegagalan dalam mengantisipasi bola mati.

Gennaro Borrelli menyamakan kedudukan lewat sepak pojok, sebelum Juan Rodríguez membalikkan keadaan dengan sundulan dari tendangan bebas. Milan gagal mencetak gol balasan selama sisa 30 menit, bahkan Cagliari nyaris menambah gol melalui pemain remaja Paul Mendy yang tembakannya masih bisa dihalau Mike Maignan. Kekalahan ini membuka pintu bagi tim lain.

El Shaarawy Pahlawan Roma di Momen Perpisahan

Sementara itu, Roma yang bertandang ke markas Verona yang sudah terdegradasi tampil pincang. Mereka baru bisa memecah kebuntuan setelah Verona kehilangan Nicolás Valentini akibat kartu merah di awal babak kedua. Penalti Donyell Malen sempat gagal, namun Paulo Dybala sigap mengembalikan bola untuk diselesaikan Malen pada percobaan kedua.

Kepastian tiket Liga Champions datang di menit ke-92 melalui Stephan El Shaarawy. Pemain yang memulai debut di bawah asuhan Gian Piero Gasperini pada 2008 itu mencetak gol perpisahan yang manis di musim terakhir kontraknya. Hasil ini memastikan Roma, Inter, Napoli, dan Como yang menang di laga lain mengisi empat besar klasemen akhir Serie A.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks