ACEH — Dua pertandingan, dua kemenangan. Timnas Amerika Serikat tampil meyakinkan di fase grup Piala Dunia 2026 setelah menghajar Paraguay 4-1 dan menaklukkan Australia 2-0. Catatan ini sekaligus memutus puasa panjang—sejak 1930, Tim Paman Sam belum pernah meraih dua kemenangan beruntun di ajang sepak bola paling bergengsi sedunia.
Modal Berharga dari Trio Balogun, Tillman, dan Dest
Folarin Balogun, Malik Tillman, dan Sergino Dest menjadi motor permainan di dua laga awal. Ketiganya tampil impresif dan disebut Mauricio Pochettino sebagai modal berharga untuk melangkah lebih jauh. “Mereka menunjukkan kematangan di momen-momen krusial,” ujar pelatih asal Argentina itu.
Saat ini, posisi puncak klasemen Grup D sudah di depan mata. Hanya hasil imbang melawan Turki di laga pamungkas yang dibutuhkan untuk mengunci status juara grup. Jika skenario itu terwujud, peta jalan menuju semifinal dinilai sangat bersahabat.
Proyeksi Lawan: Bosnia, Selandia Baru, atau Ceko
Berdasarkan proyeksi bagan fase gugur, Amerika Serikat berpeluang bertemu Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Di atas kertas, lawan tersebut tidak termasuk unggulan, sehingga kans lolos ke babak berikutnya terbuka lebar. Apabila mampu melewati rintangan pertama, calon lawan di babak 16 besar kemungkinan adalah Selandia Baru atau Republik Ceko.
Kedua tim tersebut dinilai masih dalam jangkauan skuad asuhan Pochettino yang tengah percaya diri. Kombinasi performa gemilang di fase grup dan potensi lawan yang tidak terlalu berat membuat optimisme menguat di kubu tuan rumah.
Fokus Akhir: Jaga Konsistensi Lawan Turki
Meski jalur terlihat mulus, Pochettino dipastikan tak akan meremehkan laga kontra Turki. Kemenangan atau setidaknya hasil imbang menjadi harga mati untuk menjaga momentum serta menghindari tabrakan dengan tim unggulan di babak awal. Satu langkah lagi, dan mimpi semifinal bisa menjadi kenyataan bagi Tim Paman Sam.