BANDA ACEH — Pemerintah Aceh buka suara terkait simpang siur penyaluran bantuan Kementan senilai Rp2,5 triliun untuk pemulihan lahan pertanian pascabencana. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menegaskan bahwa dana tersebut tidak ditransfer langsung ke kas Pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota.
"Anggarannya berada pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)," kata Nurlis di Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).
Rincian Alokasi: Rp515 Miliar untuk Satker Daerah, Rp2 Triliun di Pusat
Nurlis merinci, dari total alokasi Rp2,5 triliun, sebanyak Rp515 miliar berada di satker provinsi dan kabupaten/kota. Anggaran ini digunakan untuk kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah seluas sekitar 40.000 hektare melalui mekanisme dana Tugas Pembantuan (TP).
Sementara itu, sekitar Rp2 triliun lainnya dialokasikan melalui satuan kerja pusat dan balai di bawah Kementan. Informasi ini diterima Pemerintah Aceh langsung dari Kementerian Pertanian pada 23 Juli 2026.
Bantuan Berupa Barang, Bukan Uang Tunai
Nurlis menjelaskan, anggaran sebesar Rp2 triliun di satker pusat tersebut digunakan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembibitan. Petani akan menerima bantuan dalam bentuk barang, bukan uang tunai.
"Anggaran itu digunakan untuk alat mesin pertanian dan pembibitan dan perkebunan, seperti bibit padi dan bibit jagung. Provinsi dan kabupaten kota hanya menerima manfaat (barang) dari Kementan," ujarnya.
Progres Serapan Capai 47,8 Persen
Untuk kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi yang anggarannya berada di satker provinsi dan kabupaten/kota, progresnya sudah cukup signifikan. Per 3 Agustus 2026, serapan anggaran telah mencapai 47,8 persen dari total Rp515 miliar.
"Kegiatannya dilaksanakan Kementan, Distanbun Aceh bersama dinas kabupaten/kota se-Aceh yang terdampak bencana," tutup Nurlis.
Respons Gubernur Mualem
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi langsung komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Hal ini disampaikan saat kunjungan ke kediaman Amran di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Data Terbaru Lahan Terdampak Bencana
Berdasarkan data Pelaksana Tugas Kadistanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, lahan sawah terdampak bencana mencapai 57.485 hektare. Rinciannya, rusak ringan 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, rusak berat 16.276 hektare, dan sawah hilang 120 hektare.
Saat ini, optimasi lahan dan rehabilitasi yang sudah dan sedang berjalan untuk kategori rusak ringan serta rusak sedang mencapai 40.852 hektare.