BANDA ACEH — Kelangkaan semen melanda sejumlah toko bangunan di Kota Banda Aceh dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memicu lonjakan harga yang signifikan, dari harga normal Rp 65 ribu per sak menjadi Rp 100 ribu hingga Rp 105 ribu per sak.
Pantauan di lapangan, rak penyimpanan semen di beberapa toko tampak kosong. Para pedagang mengaku stok telah habis dan belum ada kepastian kapan pasokan baru akan tiba dari distributor.
Pedagang: Stok Kosong Sejak Seminggu, Harga Naik Rp 40 Ribu
Azmi, pedagang di Toko Bangunan Sumber Jaya, Jalan Ulee Kareng, Banda Aceh, mengatakan bahwa stok semen di distributor sudah kosong sejak sekitar satu pekan terakhir. Kalaupun ada sisa, harganya sudah tidak wajar.
"Sudah seminggu stok kosong. Kalaupun ada sisa stok, harganya naik. Biasanya sekitar Rp65 ribu per sak, tapi selama lima sampai enam hari terakhir melonjak menjadi Rp100 ribu sampai Rp105 ribu per sak," kata Azmi, saat ditemui Kamis (30/7/2026).
Distributor Belum Kirim, Toko Tak Bisa Order
Kondisi serupa dialami Alfayed, pedagang di Toko Bumi Aceh Bangunan, yang juga berlokasi di Ulee Kareng. Ia mengaku belum dapat melakukan pemesanan karena barang di distributor memang belum tersedia.
"Kami belum bisa order karena barangnya memang belum ada. Sudah sekitar empat hari ini langka. Belum tahu kapan stoknya masuk lagi," ujarnya.
Harga Melambung, Pembeli Harus Merogoh Kocek Lebih Dalam
Lonjakan harga semen ini dipastikan membebani warga yang sedang membangun atau merenovasi rumah. Dengan selisih harga mencapai Rp 40 ribu per sak, biaya pembangunan bisa membengkak signifikan dalam waktu singkat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari distributor atau pemerintah daerah mengenai penyebab kelangkaan dan kapan pasokan akan kembali normal.