Pencarian

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Aceh Fokus Bentuk Karakter, 427 Siswa Jalani Tes Bakat DNA

Jumat, 31 Juli 2026 • 22:48:31 WIB
MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Aceh Fokus Bentuk Karakter, 427 Siswa Jalani Tes Bakat DNA
siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Aceh mengikuti MPLS dengan tes bakat DNA dan pembinaan karakter.

ACEH BESAR — Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh memulai tahun ajaran baru dengan agenda MPLS yang dirancang lebih mendalam. Selain pengenalan lingkungan, kegiatan ini diarahkan untuk pembentukan karakter dan pemetaan bakat 427 peserta didik dari jenjang Sekolah Rakyat Dasar, Sekolah Rakyat Menengah Pertama, dan Sekolah Rakyat Menengah Atas.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Syakir, menargetkan para siswa ini menjadi bagian dari generasi emas 2045. Menurutnya, konsep pendidikan berasrama yang diterapkan memungkinkan pembinaan akademik dan pengasuhan berjalan terpadu dalam satu kawasan.

Sarana Lengkap, Pembinaan Karakter Digandengkan dengan Taruna Akmil dan Akpol

Syakir menyebut sarana prasarana sekolah ini sudah lengkap, mulai dari ruang kelas, asrama, masjid, lapangan, balai pertemuan, hingga dapur dan kantin yang dipisahkan antara putra dan putri sesuai kearifan lokal Aceh. "Sarana prasarananya lengkap. Ada ruang kelas, asrama, masjid, lapangan, balai pertemuan, dapur hingga kantin yang dipisahkan antara putra dan putri sesuai kearifan lokal Aceh," ujarnya.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh, Seri Amalia, menambahkan bahwa pembinaan karakter akan diperkuat dengan pendampingan dari Taruna Akmil dan Akpol. Materi yang diberikan mencakup kesamaptaan, pencegahan perundungan, penyalahgunaan Napza, kesehatan reproduksi, hingga kesehatan mental.

Setiap Siswa Wajib Susun Peta Jalan Kehidupan

Proses asesmen di MPLS tahun ini terbilang komprehensif. Seluruh peserta didik menjalani pemeriksaan kesehatan, asesmen psikologis, dan tes talent DNA. Hasilnya akan digunakan untuk memetakan bakat dan minat siswa sebagai dasar pendampingan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Di akhir masa pengenalan, setiap siswa diminta menyusun dan mempresentasikan peta jalan kehidupan atau life roadmap. "Semua materi ini untuk menyetarakan kemampuan siswa yang berasal dari latar belakang pendidikan dan sosial yang beragam sebelum mengikuti kurikulum nasional," kata Seri Amalia.

Setelah MPLS usai, para siswa akan mengikuti kurikulum persiapan atau matrikulasi yang mencakup penguatan literasi, numerasi, literasi digital, dan kemampuan dasar sains. Tahap ini menjadi jembatan sebelum mereka masuk ke pembelajaran dengan kurikulum nasional.

Syakir berharap para peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya. "Harapan kita, anak-anak terus dididik di sini bersama para guru, pendidik, dan mendapat dukungan dari orang tua sehingga mereka bisa menjadi generasi emas 2045," pungkasnya.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks