BANDA ACEH — Lapak-lapak musiman bernuansa merah putih mulai menjamur di sejumlah ruas jalan di Banda Aceh menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, di balik semaraknya deretan bendera dan umbul-umbul yang dipajang, para pedagang justru diliputi kekhawatiran lantaran animo pembeli tahun ini tidak seperti biasanya.
Salah satu lapak yang terlihat di Jalan Lampineng masih sepi pengunjung. Padahal, berbagai ukuran bendera, umbul-umbul, hingga hiasan dinding bertema kemerdekaan sudah dipajang sejak awal Agustus lalu.
Daya Beli Masyarakat Menurun dalam Tiga Tahun Terakhir
Herman, pedagang musiman yang telah menekuni usaha ini selama 11 tahun, mengungkapkan bahwa penurunan omzet mulai terasa sejak tiga tahun terakhir. Ia mencontohkan, saat ini pembeli rata-rata hanya mengambil satu bendera untuk satu rumah, berbeda dengan beberapa tahun lalu yang bisa membeli hingga dua kodi sekaligus.
“Kalau sekarang daya belinya sudah berkurang. Dulu ada yang beli sampai dua kodi, sekarang paling banyak satu rumah beli satu bendera. Itu pun tidak banyak,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Kamis (6/8/2026).
Harga Bendera Mulai Rp30 Ribu, Hiasan Tembus Rp375 Ribu
Untuk menarik minat pembeli, Herman membanderol dagangannya dengan harga yang bervariasi. Bendera Merah Putih dijual mulai dari Rp30 ribu hingga Rp95 ribu, tergantung ukuran dan kualitas bahan. Sementara itu, umbul-umbul dibanderol dengan harga Rp45 ribu per unit.
Adapun untuk hiasan bernuansa merah putih berukuran panjang, harganya jauh lebih tinggi, yakni berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp375 ribu. Seluruh barang dagangan tersebut didatangkan langsung dari perajin di Bandung melalui pemasok.
Puncak Penjualan Diprediksi Terjadi Pekan Depan
Meski penjualan saat ini masih lesu, Herman belum kehilangan harapan. Ia menyebut puncak penjualan biasanya baru terjadi pada pekan kedua Agustus hingga sehari menjelang puncak perayaan kemerdekaan.
“Harapannya tentu penjualan bisa lebih ramai. Biasanya kami jualan sampai tanggal 16 Agustus,” katanya.
Setiap tahun, Herman bersama pedagang musiman lainnya selalu membuka lapak di titik yang sama. Sistem penjualannya pun cukup fleksibel karena stok yang tidak laku terjual hingga akhir musim dapat dikembalikan kepada pemasok.