Pencarian

RSUDZA Banda Aceh Catat Sejarah Baru: 80 Juta Sel Punca Disuntikkan ke Pasien Cedera Tulang Belakang Lewat Terapi Intratekal Perdana

Jumat, 07 Agustus 2026 • 17:28:50 WIB
RSUDZA Banda Aceh Catat Sejarah Baru: 80 Juta Sel Punca Disuntikkan ke Pasien Cedera Tulang Belakang Lewat Terapi Intratekal Perdana
Tim medis RSUDZA Banda Aceh melakukan penyuntikan 80 juta sel punca secara intratekal perdana kepada pasien cedera tulang belakang.

BANDA ACEH — RSUDZA tidak bekerja sendirian dalam menghadirkan layanan medis mutakhir ini. Tindakan tersebut merupakan buah kolaborasi antara manajemen dan tim medis RSUDZA dengan Tim Stem Cell RSUP dr. Sardjito. Program ini berjalan di bawah naungan Program Pengampuan Pelayanan Kesehatan (PMK) Stem Cell untuk Ortopedi Kementerian Kesehatan RI. ProSTEM Prodia turut mendukung sebagai penyedia produk sel punca.

Ketua Tim Medis RSUDZA, Prof. dr. Azharuddin, Sp.OT, Subsp. O.T.B. (K), menegaskan bahwa prosedur ini bukan sihir medis. Terapi ini adalah bagian dari pendekatan komprehensif yang menuntut kerja sama dari berbagai lini perawatan.

“Terapi ini memberikan harapan baru bagi pasien cedera tulang belakang. Namun, perlu dipahami bahwa terapi sel punca bukanlah pengobatan instan yang langsung menyembuhkan kelumpuhan. Keberhasilannya harus didukung tindakan operasi bila diperlukan, rehabilitasi medis yang berkesinambungan, serta penanganan sesuai standar etik dan keselamatan pasien,” ujar Prof. Azharuddin, Kamis (6/8/2026).

Mengapa Suntikan Langsung ke Cairan Serebrospinal?

Cedera medula spinalis dikenal sebagai salah satu trauma paling berat. Kondisi ini berpotensi menghilangkan fungsi motorik dan sensorik secara signifikan. Kemampuan jaringan saraf untuk memperbaiki diri sangat terbatas, sehingga dibutuhkan intervensi khusus untuk memicu regenerasi.

Metode intratekal dipilih karena sel punca disuntikkan langsung ke ruang cairan serebrospinal yang melindungi saraf tulang belakang. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perbaikan sel saraf sekaligus mengurangi peradangan di area yang cedera.

Pada penyuntikan pertama, pasien menerima 48 juta sel punca. Jumlah sisanya akan diberikan pada tahap berikutnya, sehingga total keseluruhan mencapai 80 juta sel. Terapi ini memanfaatkan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell (UC-MSC) yang bertujuan meningkatkan peluang pemulihan fungsi saraf secara optimal.

Bukan Obat Ajaib, Perlu Paduan Operasi dan Rehabilitasi

Prof. Azharuddin mengingatkan masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah narasi bahwa sel punca adalah obat ajaib. Ia menekankan bahwa terapi sel punca hanyalah salah satu instrumen dalam proses penyembuhan yang panjang. Terapi ini harus dipadukan dengan tindakan medis lain.

“Terapi sel punca bukanlah obat ajaib yang dapat menghilangkan kelumpuhan hanya dengan satu kali penyuntikan. Terapi ini merupakan bagian dari pendekatan medis yang mendukung proses penyembuhan alami tubuh. Harus dipadukan dengan tindakan operasi, rehabilitasi medis, serta penerapan standar etik kedokteran dan keselamatan pasien agar hasilnya optimal,” katanya.

Ia menambahkan, terapi sel punca adalah buah perkembangan ilmu kedokteran modern. Penerapannya wajib berdasarkan bukti ilmiah, regulasi yang berlaku, serta standar pelayanan kesehatan yang ketat.

Langkah Awal Pengembangan Layanan Regeneratif di Aceh

Keberhasilan tindakan perdana ini menjadi fondasi bagi pengembangan layanan serupa di masa depan. Manajemen RSUDZA bersama Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berkomitmen mengembangkan layanan terapi regeneratif secara berkelanjutan sesuai regulasi.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan alternatif penanganan tidak hanya bagi pasien cedera medula spinalis. Kasus ortopedi lainnya juga berpotensi memperoleh manfaat dari terapi sel punca. Dengan demikian, pasien dari berbagai daerah di Aceh tidak perlu lagi dirujuk ke luar provinsi untuk mendapatkan perawatan semacam ini.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasatunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks