BANDA ACEH — Pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 85 kilometer barat Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 5,18 derajat Lintang Utara dan 94,84 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 19 kilometer.
Dipicu Patahan Bawah Laut, Termasuk Gempa Dangkal
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan gempa ini termasuk kategori gempa dangkal. Penyebabnya adalah aktivitas patahan bawah laut atau yang dikenal dengan istilah submarine faulting.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas patahan bawah laut,” kata Andi dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu sore.
Belum Ada Gempa Susulan Terdeteksi
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik pascagempa. Hingga pukul 16.59 WIB, hasil monitoring menunjukkan belum ada gempa bumi susulan atau aftershock yang terdeteksi.
“Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan,” ujar Andi.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, gempa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya aktivitas kegempaan di Provinsi Aceh. Wilayah ini berada di jalur pertemuan lempeng aktif dan dekat dengan zona subduksi yang rawan gempa.
Imbauan untuk Warga: Jangan Terpancing Isu yang Tidak Jelas
Menanggapi kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Andi.
BMKG juga memastikan akan terus memperbarui informasi jika terjadi perkembangan signifikan terkait aktivitas seismik di wilayah tersebut. Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui kanal BMKG maupun kantor Stasiun Geofisika setempat.