BENER MERIAH — Sebanyak 41 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Huntara Blang Rakal mendapat kunjungan langsung dari Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, pada Rabu (22/7/2026). Mereka adalah warga Kampung Uning Mas sebanyak 36 KK dan 15 KK dari kampung lain yang terdampak bencana.
Kak Na, sapaan akrab Marlina, datang bukan sekadar menyapa. Ia membawa paket seragam sekolah untuk siswa SD Negeri Uning Mas, serta tas sekolah, tumbler, dan box makanan untuk anak-anak TK Uning Mas. Semua diberikan di sekolah darurat yang masih menjadi tempat belajar anak-anak di huntara tersebut.
"Baru Sekarang Bisa Hadir" — Kak Na Minta Maaf ke Siswa
"Bunda mohon maaf ya ananda semua karena baru sekarang bisa hadir di sini bertemu anak-anak semua. Tetap semangat ya ananda semua, meski saat ini masih harus belajar di sekolah darurat," ujar Kak Na saat menyemangati para siswa.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak-anak korban bencana terus menjadi prioritas, meski akses dan waktu kunjungan ke lokasi terpencil kerap menjadi kendala.
Dialog Interaktif: Warga Diminta Sabar Menunggu Pembangunan
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua TP PKK Bener Meriah, Meutia Fauziah Tagore Abubakar, Kak Na menggelar dialog interaktif dengan warga. Kepada mereka, ia menyampaikan pesan agar tetap tabah menjalani kehidupan di huntara.
"Kami harap warga Uning Mas dan warga kampung lain di Huntara Blak Rakal ini untuk tetap sabar. Kami memahami keterbatasan gerak dan kegiatan di Huntara, tapi proses pembangunan tentu tidak bisa dilakukan secepatnya karena luas dan banyaknya rumah yang harus dibangun oleh Pemerintah," kata Kak Na.
Ia menambahkan bahwa proses pembangunan pasca-bencana masih terus berjalan, mencakup rumah, jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. "Mari kita dukung Pemerintah di semua tingkatan agar bisa sesegera mungkin menyelesaikan pembangunan tersebut," imbuhnya.
41 KK Masih Bertahan di Huntara Blang Rakal
Saat ini, Huntara Blang Rakal menjadi tempat tinggal sementara bagi 41 KK. Sebanyak 36 KK berasal dari Kampung Uning Mas, sementara 15 KK lainnya merupakan warga terdampak dari kampung-kampung sekitar. Kehidupan di huntara masih penuh keterbatasan, namun semangat warga untuk kembali membangun rumah dan kehidupan tetap terjaga.