Pencarian

Aktivis Pariwisata Aceh Minta Forkopimda Tindak Pemodal Tambang Emas Ilegal, Bukan Hanya Pekerja Lapangan

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 21:18:31 WIB
Aktivis Pariwisata Aceh Minta Forkopimda Tindak Pemodal Tambang Emas Ilegal, Bukan Hanya Pekerja Lapangan
Aktivis pariwisata Aceh meminta Forkopimda menindak pemodal tambang emas ilegal, bukan hanya pekerja lapangan.

BANDA ACEH — Rencana Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menerbitkan maklumat penghentian tambang emas ilegal disambut baik, namun pelaku industri pariwisata mengingatkan agar kebijakan itu tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Agus Fernanda menegaskan, tanpa penindakan tegas di lapangan, praktik penambangan ilegal akan terus berulang dan semakin parah.

"Pariwisata sangat bergantung pada kelestarian alam. Jika hutan rusak, sungai tercemar, dan bentang alam dihancurkan oleh tambang ilegal, maka yang hilang bukan hanya lingkungan, tetapi juga daya tarik wisata Aceh," kata Agus kepada Dialeksis.com, Sabtu (1/8/2026).

Ancaman Ganda bagi Ekonomi dan Ekosistem

Menurut Agus, Aceh memiliki modal besar untuk pengembangan wisata, mulai dari pegunungan, hutan tropis, sungai, hingga kawasan konservasi. Kerusakan ekosistem akibat PETI dikhawatirkan menurunkan minat wisatawan dan mengganggu mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor ini.

"Orang datang ke Aceh untuk menikmati keindahan alamnya. Kalau sungai menjadi keruh, hutan gundul, dan kawasan wisata rusak, tentu akan berdampak pada kunjungan wisatawan. Ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut masa depan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Penegakan Hukum Jangan Hanya Sentuh Pekerja

Agus menyoroti kelemahan penindakan yang kerap hanya menyasar pekerja di lokasi tambang. Ia menilai aktor intelektual dan pemodal yang menikmati keuntungan terbesar justru jarang tersentuh hukum.

"Penegakan hukum jangan hanya menyasar pekerja di lapangan. Aktor intelektual dan pemodal yang menikmati keuntungan terbesar juga harus diusut. Kalau hanya pelaku kecil yang ditindak, persoalan ini tidak akan pernah selesai," tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memutus rantai distribusi yang menopang aktivitas PETI, mulai dari pasokan bahan bakar minyak, alat berat, hingga perdagangan hasil tambang. Selama rantai pasok tersebut masih berjalan, praktik penambangan ilegal akan terus terjadi meski ada penertiban.

Rehabilitasi Lahan Rusak Jadi Prioritas Jangka Panjang

Di luar penindakan, Agus berharap pemerintah fokus pada pemulihan kawasan yang telah rusak akibat pertambangan ilegal. Rehabilitasi lingkungan dinilai perlu menjadi strategi jangka panjang agar kawasan terdampak bisa kembali menjadi aset wisata dan sumber penghidupan masyarakat.

"Kelestarian alam adalah investasi jangka panjang bagi Aceh. Jika lingkungan terjaga, sektor pariwisata akan tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, dan generasi mendatang tetap dapat menikmati kekayaan alam yang kita miliki. Karena itu, pemberantasan tambang ilegal harus menjadi komitmen bersama," tutup Agus.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks