ACEH — Pelantikan kepengurusan baru PB WI dilakukan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, di Aloft Hotels Jakarta Barat, Jumat (12/6/2026). Airlangga Hartarto kembali memimpin untuk periode kedua setelah sukses membawa wushu menyumbang medali di dua Asian Games terakhir.
Jejak Emas yang Harus Dipertahankan
Wushu menjadi salah satu cabang andalan Indonesia di Asian Games. Pada edisi Jakarta 2018, kontingen wushu menyumbang 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Prestasi serupa terulang di Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar September 2023 lalu, dengan raihan 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
"Kami sangat berharap dalam Asian Games wushu bisa juga menyumbangkan medali emas, karena dalam beberapa Asian Games sebelumnya wushu selalu berpartisipasi dan mendapatkan medali emas," kata Airlangga kepada pewarta usai pelantikan.
Regenerasi Total Jadi Kunci
PB WI tidak hanya fokus pada target jangka pendek. Airlangga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan fondasi jangka panjang jika wushu resmi dipertandingkan di Olimpiade. Strategi utamanya adalah regenerasi total, mengingat sejumlah atlet andalan senior seperti Edgar Xavier Marvelo sudah pensiun.
Kabar baiknya, proses regenerasi sudah menunjukkan hasil. Di level junior, Indonesia membawa pulang 29 medali pada Kejuaraan Dunia Junior terbaru. Ini menjadi modal berharga untuk Asian Games 2026.
"Besar harapan saya pada Asian Games yang akan datang, Wushu kembali menjadi cabang olahraga yang memberikan medali emas kepada Indonesia dan membuat kita semua bangga karena prestasinya," ucap Marciano Norman.
Pekerjaan Rumah Menuju Aichi-Nagoya 2026
Asian Games 2026 akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Dengan tradisi emas yang sudah terbangun, PB WI memiliki pekerjaan rumah besar: memastikan atlet-atlet muda yang muncul dari Kejuaraan Dunia Junior bisa tampil maksimal di panggung senior.
Kepengurusan baru memiliki waktu sekitar empat bulan untuk mematangkan persiapan. Regenerasi yang sudah berjalan di level junior diharapkan bisa mempercepat transisi tanpa mengorbankan target emas.